Telat Pulang Saat Istri Menelpon Sedang Kontraksi, Pria Ini mendapatkan Kenyataan Memilukan
Misterikisah.com ~ Sebuah foto menjadi viral di sosial media. Foto yang
memperlihatkan seorang wanita dan bayi berada dalam peti mati yang sama ramai
diperbincangkan oleh netizen.
Kisah di balik foto tersebut sangat mengharukan yaitu seorang pria yang sedianya akan menjadi bapak bagi bayinya harus melihat anak dan istrinya meninggal dunia karena kecerobohan suami sehingga mendapatkan kenyataan pahit yang memilukan
Kisah di balik foto tersebut sangat mengharukan yaitu seorang pria yang sedianya akan menjadi bapak bagi bayinya harus melihat anak dan istrinya meninggal dunia karena kecerobohan suami sehingga mendapatkan kenyataan pahit yang memilukan
Ini terjadi karena tidak seorang pun yang menolong sang
istri yang hendak melahirkan. Sang suami sedang tak berada di rumah karena
harus bekerja. Setibanya di rumah, dia menemukan sang istri sudah bersimbah
darah. Nyawa sang istri dan anak yang masih dalam kandungan itu pun tak
terselamatkan.
Kisah ini diunggahkan pertama kali oleh akun Facebook
atas nama Aldren Sarile.
Seorang ibu hamil membutuhkan perhatian yang lebih. Calon
ayah semestinya memberikan kasih sayang dan cintanya dalam porsi yang lebih
besar ketika kekasihnya sedang mengandung sang buah hati.
Nampaknya sang suami lupa hari dimana istrinya sedang
mengalami kontraksi yang sangat hebat. Padahal hari itu istrinya sudah
menelpon. Dia memberikan kabar kepada suaminya bahwa perutnya mulai mengalami
kontraksi. Sang suami menjawab bahwa dia akan pulang secepatnya.
Wanita yang merasa kesakitan tersebut masih harus
menunggu sang suami menyelesaikan tugasnya di kantor. Setelah beberapa saat
menunggu, istrinya menelpon kembali. Dia bilang bahwa kondisinya telah lebih
baik. meskipun demikian Aldren merasakan hal yang aneh.
Dia memutuskan kembali ke rumahnya. Dalam perjalanan
pulang, Aldren merasakan khawatir dan panik. Dia mengendarai mobilnya dengan
sangat kencang. Nyaris saja dia mengalami kecelakaan. Semakin dekat ke rumah, detak jantungnya semakin keras terpacu.
Betapa terkejutnya dia, dunia seakan berhenti berputar saat dirinya menjumpai wanita yang dicintainya itu sudah bersimbah darah. Sambil berusaha menahan tubuhnya sendiri yang lemas hampir lunglai terjatuh, Aldren tetap berusaha membangunkan istrinya, diguncang-guncang dan dipeluk erat istrinya. Namun istrinya sudah tak bergerak sama sekali. Ia segera meminta bantuan kepada tetangganya, tapi para tetangga tak bisa berbuat
banyak. Mereka hanya bisa membantu melarikan wanita itu ke rumah sakit.
Tak bisa dibayangkan betapa sedihnya Aldren, namun dalam keputusasaan ia masih ada secercah harapan bahwa jika istrinya tidak bisa lagi diselamatkan maka sang anak harus bisa diselamatkan. Dokter pun berusaha keras untuk mengeluarkan sang bayi dalam kandungan istri Aldren.
Tak bisa dibayangkan betapa sedihnya Aldren, namun dalam keputusasaan ia masih ada secercah harapan bahwa jika istrinya tidak bisa lagi diselamatkan maka sang anak harus bisa diselamatkan. Dokter pun berusaha keras untuk mengeluarkan sang bayi dalam kandungan istri Aldren.
Bayi malang tersebut dikeluarkan dengan cara C-Section. Lagi-lagi
Aldren harus menelan pil pahit tatkala mengetahui bahwa sang bayi mesti lahir
tanpa nyawa. Mau tak mau dia harus berlapang dada. Besarnya rasa penyesalan dan bersalah toh juga tak akan bisa mengembalikan orang-orang yang sepenuh hati dicintainya itu.
Akhirnya, Aldren memutuskan supaya sang anak dan ibunya dimakamkan dalam satu peti mati yang sama. Dia berharap agar mereka berdua bisa saling menjaga satu sama lain.
Akhirnya, Aldren memutuskan supaya sang anak dan ibunya dimakamkan dalam satu peti mati yang sama. Dia berharap agar mereka berdua bisa saling menjaga satu sama lain.
Foto-foto yang diunggahkan oleh Aldren mendapatkan banyak
simpati dari netizen.
Menyedihkan memang, tapi semua sudah terlambat. Mungkin ini sudah menjadi suratan takdir dariNya. Ada pelajaran yang bisa kita petik. Berikanlah perhatian yang lebih kepada keluarga kita. Apalagi yang menyangkut keselamatan hidup, lupakanlah sementara pekerjaan. Mereka lebih dari segalanya. Mereka adalah separuh nyawa kita, tempat kita mengadu dan mengeluh selain kepada Tuhan.
Kadang kita tidak pernah sadar betapa berharganya apa yang kita miliki, sebelum kita benar-benar kehilangan. Sesal juga tak ada artinya. Silahan dibagikan agar menjadi pengingat kita bersama. [Misteri Kisah/
Menyedihkan memang, tapi semua sudah terlambat. Mungkin ini sudah menjadi suratan takdir dariNya. Ada pelajaran yang bisa kita petik. Berikanlah perhatian yang lebih kepada keluarga kita. Apalagi yang menyangkut keselamatan hidup, lupakanlah sementara pekerjaan. Mereka lebih dari segalanya. Mereka adalah separuh nyawa kita, tempat kita mengadu dan mengeluh selain kepada Tuhan.
Kadang kita tidak pernah sadar betapa berharganya apa yang kita miliki, sebelum kita benar-benar kehilangan. Sesal juga tak ada artinya. Silahan dibagikan agar menjadi pengingat kita bersama. [Misteri Kisah/
