Keterlaluan! Pahlawan Nasional di Uang Baru Ini Malah Dibully Beberapa Netizen Padahal Banyak Berjasa Buat Negara
Misterikisah.com ~ Pemerintah Republik Indonesia (RI) belum lama
ini telah meluncurkan uang Rupiah baru dengan desain lebih keren dan memiliki
tingkat keamanan yang sangat tinggi sehingga sangat sudah untuk dipalsukan.
Dalam desain uang Rupiah baru tersebut menampilkan pahlawan - pahlawan nasional. Setidaknya ada 12 pahlawan nasional yang ditetapkan sesuai keputusan presiden. Kontroversi pun bermunculan datang, mulai desain uang Rupiah yang menyebutnya seperti mirip uang China Yuan.
Bahkan ada yang protes pahlawan dari Aceh Tjoet Njak Dien yang ditampilkan tidak menggunakan hijab. Yang paling miris adalah beberapa netizen yang membully pahlawan nasional yang ada di uang Rp 10.000 yang bergambar Frans Kaisiepo.
Jelas mereka kurang
mengetahui informasi tentang pahlawan yang satu ini. Namun komentar mereka
patut diacungi jempol ke bawah. Sebab sebagai anak bangsa patut menghargai
siapapun pahlawan yang ikut berjasa memerdekakan negara ini. Bukan malah
menjadikannya sebagai lelucon. Bagaimana menurut Anda?
Sosok Frans Kaisiepo, Pahlawan dari Papua
Lalu, siapa Frans Kaisiepo yang wajahnya terpampang dalam uang kertas Rp 10.000 yang baru.
Dilansir dari Tribunnews, Frans Kaisiepo adalah pahlawan nasional Indonesia dari Papua. Frans lahir di Wardo, Biak, Papua, 10 Oktober 1921 – meninggal di Jayapura, Papua, 10 April 1979 pada umur 57 tahun. Ia dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cendrawasih, Jayapura.
Ia terlibat dalam Konferensi Malino tahun 1946 yang membicarakan mengenai pembentukan Republik Indonesia Serikat sebagai wakil dari Papua. Frans mengusulkan nama Irian, kata dalam bahasa Biak yang berarti beruap. Selain itu, ia juga pernah menjabat sebagai Gubernur Papua antara tahun 1964-1973.
Namanya diabadikan sebagai
nama Bandar Udara Frans Kaisiepo di Biak untuk mengenang jasanya. Selain itu
namanya juga di abadikan di salah satu KRI yaitu KRI Frans Kaisiepo. Pada
tanggal 19 Desember 2016, Pemerintah Republik Indonesia kembali mengabadikan
beliau di pecahan uang kertas rupiah baru, pecahan Rp.10.000.
Berbagai komentar yang
bersifat bully terhadap pahlawan ini ditanggapi oleh akun Facebook dengan nama
Wildan Setiabudi. Ia menyayangkan betapa pengguna internet terlalu kejam
mengatai pahlawan nasional mereka sendiri. Begini postingannya yang
"menampar" netizen pembully pahlawan tersebut:
“Nama pace ini adalah Frans Kaisiepo. Beliau berasal dari Biak. Biak, di Papua, bukan di China. Agamanya Kristen Protestan. Beliau sudah ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia sejak tahun 1993. Saat itu Presiden kita adalah Suharto. Bukan Jokowi. Tahun 2016 ini, wajahnya tertera di uang 10.000 Rupiah yang baru. Wajah pertama dari Papua. Sebelum ini, nama beliau sudah lama disematkan sebagai nama bandara di Biak, tempat kelahirannya. Ini bukan bandara kecil perintis di pedalaman Papua sana. Bandara Frans Kaisiepo pernah sempat melayani penerbangan internasional hingga ke Amerika, hal yg bahkan bandara di kota2 pulau Jawa belum pernah capai. Apa lebih lanjut jasa beliau dan apa yg beliau sudah lakukan, semua yg melihat status ini, bisa juga dengan mudah berkonsultasi ke Google. Mudah sekali. Informasi yang ada mungkin terbatas, tapi ada. Jika kamu tidak tahu, itu bukan alasan untuk berbangga diri dengan ketidaktahuanmu, dan mengatai beliau dengan…ah saya tidak tega mengulangnya. Tidak tahu itu wajar. Makanya kita belajar. Tapi merayakan kobodohan cuma semata-mata untuk meluapkan kebencian, itu yang tidak normal. Itu yang lebih menyedihkan."
Statusnya tersebut
kemudian mengundang respons positif dari netizen lainnya dan sudah dibagikan
hingga ratusan kali dalam hitungan jam. Serta menuai berbagai komentar seperti:
Pagan Pambudi: “Adalah hal wajar masyarakat Papua melihat
pahlawannya tercetak di rupiah..seperti orang jawa sudah pernah melihat
diponegoro..orang sumbar melihat imam bonjol..orang kalsel melihat idham chalid.”
Pandu Wisaksono: “Namanya juga diabadikan menjadi KRI Frans Kaisiepo – 368 salah satu unsur Satkor Koarmatim kembali dipercaya kedua kalinya untuk mengemban misi operasi maritim Unifil tahun 2014.”
Rumsayor Julien: “IjinShare ya biar seluruh Indonesia juga tau kalau pahlawan buka berasal dr Tanah Jawa aja..tp Dari papua Juga.”
Baca Juga:
- Nasabah Penyandang Disabilitas Kesulitan Urus ATM, Respon Petugas Bank Malah Bikin Berang Netizen, Begini Kejadiannya
- Heboh Pria Asal Lombok Nikahi 2 Wanita Dalam Satu Resepsi, Netizen Malah Bingung Malam Pertamanya
- Tiga Hari Terdengar Nyanyian dari Dalam Dinding, Setelah Dibongkar Sungguh Tak Disangka
Semoga banyak netizen yang
sadar untuk tidak lagi menunjukkan kebodohan mereka dan melakukan bully
menggunakan media sosial apalagi kepada para pahlawan nasional ya? [Misterikisaj/ Inafeed]

