Sakit Hati Karena Berpisah Itu Lebih Baik daripada Makan Hati Karena Bertahan
Begitu pula sebaliknya, jangan mempertahankan suatu
hubungan dan enggan memutuskan meskipun hubungan kalian telah dijalani dalam
waktu yang lama. Hubungan yang telah berlangsung beberapa tahun juga bukan jaminan bahwa itu akan langgeng
sampai pernikahan.
Bertahanlah jika sekiranya dia adalah orang yang pantas
untuk diperjuangkan.
Namun, jika pasanganmu tidak cukup layak untuk
dipertahankan maka lepaskanlah. Sakit hati karena pisah lebih baik daripada
bertahan. Jika sudah tidak ada lagi manfaat yang dipetik dalam hubungan, apa
yang harus dipertahankan?
Kalau memang nanti ada hati yang membuatmu merasa
sakit, apa kamu masih akan memaksakan dirimu? Melepaskan bagaimanapun tetap
yang terbaik untuk jatuh cinta. Bertahan hanya akan menyiksa jiwamu.
Perpisahan dapat membuat hati terluka, namun itu hanyalah
sementara. Dalam sejumlah tahap, luka itu cepat atau lambat akan terobati. Jika
kamu memaksakan diri mempertahankan hubungan yang sudah tak ada lagi cinta di
dalamnya. Untuk apa?
Tak ada alasan yang baik untuk bertahan dengan seseorang
yang mengatasnamakan cinta supaya bisa terus bersama denganmu padahal dia tak
mampu memberikan kebahagiaan untukmu. Sama seperti orang yang tak memahami arti
cinta. Kalay dia paham, dia akan memahamimu bagaimana cara memberikan
kebahagiaan dengan cara yang paling sederhana meskipun tak harus mewah. Kebahagiaan
tetap akan menyelimuti jiwa dan perasaanmu.
Kadang, kamu harus mengabaikan perasaan dan mengedepankan
logika. Kehilangan cinta tak akan membuat hidupmu hilang. Ingat! Lambat laun
kamu akan mendapatkan cinta dari orang lain di sekitarmu yang lebih mencintaimu
daripada dia.
Saya ulangi lagi. Lebih baik berpisah daripada makan hati
karena bertahan. Waktu akan selalu memberikan kesempatan yang baik untukmu
dalam mendapatkan cinta daripada yang sebelumnya. Jangan takut melepaskan jika
bertahanpun tak pernah bisa memberikan kebahagiaan. [Misterikisah/ BS]
