Penjualan Tak Penuhi Target, Pria ini Dibakar Bossnya Sendiri, Gajinya Pun Tak Dibayar, Begini Kisahnya Yang Memilukan

Namun masih banyak perusahaan yang belum memenuhi upah karyawan secara layak walaupun mereka sudah bekerja keras. Tak sedikit perusahaan yang mengadakan penalti atau sanksi kepada mereka yang dianggap belum mampu memenuhi kebutuhan kerja.
Hukuman, sanksi atau pinalti bisa saja dialami oleh pegawai yang bekerja tidak optimal. Namun seberat apapun hukuman tentu harus bersifat manusiawi.
Tapi tidak dengan pria berusia 21 tahun asal Malaysia ini. Pria ini bekerja di toko yang menjual parfum mobil dilaporkan telah mengalami luka bakar di seluruh badannya. Insiden ini disebarkan oleh akun Facebook Mieyah Eyah. Mieyah Eyah menuliskan seperti ini dalam Facebook-nya:
![]() |
Kasus bos bakar karyawan karena tak capai target penjualan/mynewshub.cc |
Ternyata korban adalah adik teman Mieyah. Dia nyaris tewas hanya karena target penjualan toko yang berlokasi di depan Bank Maybank Perling tidak mencapai target selama 3 bulan. Sekujur badan pria itu dibakar oleh bosnya yang murka melihat hasil pekerjaan karyawannya yang jauh dari memuaskan. Selain itu yang lebih tega lagi, gajinya juga tidak dibayarkan.
Ketua Polis Daerah Seri Alam, Superitenden Jokhiri Abd Aziz membenarkan bahwa mereka menerima laporan mengenai insiden tersebut. Menurutnya, korban juga dipercayai dipukul dengan rotan oleh majikan prianya yang berusia sekitar 30-an tahun. Kejadian tersebut terungkap selepas keluarga korban berkunjung ke kediamannya dan mendapati kondisinya sudah sedemikian memilukan.
Berita Lainnya:
- Duh, Ibu Ini Kurung Anaknya Selama 1 Tahun dalam Kamar Mandi, Alasannya Bikin Geram
- Bayi Malang ini Ditemukan di Semak Belukar dalam Kondisi Memprihatinkan, Kasihan Wajahnya Dikerubutin Semut, Ternyata Ini Yang TerjadiKejam!
- Hamili Dua Putri Kandungnya, Oknum Anggota TNI juga Tega Gugurkan Janin Yang Tak Berdosa
Saat ini polisi masih memburu pelaku yang kini sedang melarikan diri, sedangkan korban dirawat di Hospital Sultan Ismail (HSI), Johor Bahru, Malaysia. [Misterikisah/ Tribunnews]
